
Polytron Perluas Pasar Motor Listrik ke Segmen Niaga
Polytron Mulai Memperluas Pasar Motor Listriknya Ke Segmen Niaga Atau Business-To-Business (B2B) Simak Berita Ini. Langkah ini di lakukan dengan mendorong penggunaan motor listrik sebagai kendaraan operasional perusahaan, terutama untuk aktivitas yang membutuhkan mobilitas tinggi.
Salah satu kerja sama terbaru di lakukan bersama PT Rentokil Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang pengendalian hama tersebut kembali menambah armada motor listrik Polytron untuk mendukung kegiatan operasional petugas di lapangan.
Rentokil Tambah 80 Unit Polytron FOX 350
Dalam kerja sama terbaru tersebut, Rentokil membeli tambahan 80 unit Polytron FOX 350. Penambahan ini membuat jumlah motor listrik Polytron yang telah di gunakan Rentokil sejak kerja sama pertama pada 2024 mencapai 325 unit.
Motor tersebut di gunakan untuk mendukung aktivitas operasional petugas Rentokil yang memiliki mobilitas tinggi. Penggunaannya telah tersebar di sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Bali, dan Surabaya.
Human Resources Director Rentokil Indonesia, Budi Santoso, mengatakan penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.
Rentokil juga berencana memperluas penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan di Indonesia.
Motor Listrik Mulai Menyasar Perusahaan
Ekspansi ke sektor B2B menunjukkan bahwa motor listrik tidak hanya di tujukan untuk konsumen individu. Kendaraan listrik roda dua juga mulai dimanfaatkan perusahaan untuk kebutuhan operasional sehari-hari.
Bagi perusahaan dengan banyak petugas lapangan, motor merupakan salah satu kendaraan yang cukup penting karena dapat digunakan untuk menjangkau berbagai lokasi dengan lebih fleksibel. Penggunaan motor listrik juga menjadi salah satu pilihan dalam upaya perusahaan mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil.
Selain Rentokil, Polytron sebelumnya telah memasok lebih dari 500 unit motor listrik kepada PLN UID Jawa Timur pada semester pertama 2026. Polytron juga memasok 72 unit FOX 350 kepada PT Semen Padang.
Penggunaan Motor Ini Terus Bertambah
Head of Group EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, mengatakan total penggunaan motor listrik Polytron saat ini telah mendekati 70.000 unit. Jumlah tersebut mencakup penggunaan oleh konsumen individu maupun perusahaan.
Menurut Polytron, perkembangan pasar B2B menjadi salah satu peluang untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Segmen tersebut juga dapat memberikan kebutuhan yang berbeda di bandingkan konsumen ritel karena kendaraan di gunakan secara rutin untuk aktivitas operasional.
Dalam penggunaannya, motor listrik Polytron juga telah menempuh jarak akumulatif yang sangat besar. Data yang di sampaikan perusahaan menunjukkan armada tersebut telah mencapai lebih dari 585 juta kilometer perjalanan di Indonesia. Polytron mengaitkannya dengan potensi pengurangan emisi karbon.
Ada Skema Sewa Baterai
Untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, Polytron juga menerapkan skema Battery-as-a-Service (BaaS) atau sewa baterai. Skema tersebut di sertai garansi baterai seumur hidup.
Konsep ini di tujukan untuk mengurangi biaya awal kepemilikan kendaraan listrik. Bagi pengguna, sistem tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan karena baterai merupakan salah satu komponen penting sekaligus memiliki nilai yang cukup besar pada kendaraan listrik.
Dengan model tersebut, Polytron tidak hanya mengandalkan penjualan kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem penggunaan motor listrik yang mencakup layanan baterai.
Peluang Pasar Motor Listrik di Segmen Niaga
Perluasan ke sektor niaga menjadi langkah Polytron untuk menjangkau kebutuhan mobilitas yang lebih beragam. Motor listrik dapat di gunakan perusahaan untuk berbagai aktivitas, mulai dari layanan lapangan hingga kebutuhan transportasi operasional.
Kerja sama dengan Rentokil dan perusahaan lainnya juga memperlihatkan bahwa penggunaan kendaraan listrik mulai masuk ke aktivitas bisnis sehari-hari. Ke depan, perkembangan segmen B2B akan menjadi salah satu bagian yang menarik untuk di perhatikan seiring semakin banyak perusahaan mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai bagian dari armada operasional mereka.