
Cuaca Ekstrem Rusak Pagar Pura Sanggah di Nusa Penida Bali
Cuaca Ekstrem Yang Melanda Wilayah Bali Dalam Beberapa Hari Terakhir Kembali Memicu Bencana Alam Berupa Tanah Longsor Di Kawasan Nusa Penida. Peristiwa tersebut menyebabkan pagar sebuah pura sanggah milik warga mengalami kerusakan akibat tertimbun material tanah dan batu yang longsor dari area perbukitan di sekitarnya.
Kejadian longsor di laporkan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Nusa Penida dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama. Cuaca Curah hujan yang terus menerus membuat kondisi tanah menjadi labil sehingga memicu pergerakan tanah di area tebing. Material longsoran kemudian menimpa bagian pagar pura sanggah yang berada di bawah lereng.
Berdasarkan laporan yang di himpun, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa Cuaca Ekstrem tersebut. Namun, kerusakan fisik pada bangunan suci tersebut cukup terlihat, terutama pada bagian penyengker atau pagar pelindung pura yang roboh akibat tekanan tanah dan bebatuan. Warga setempat bersama aparat desa segera melakukan pengecekan lokasi untuk memastikan situasi tetap aman serta mengantisipasi longsor susulan.
Dampak Nyata Dari Cuaca Ekstrem Yang Tengah Melanda Bali
Peristiwa ini menjadi salah satu Dampak Nyata Dari Cuaca Ekstrem Yang Tengah Melanda Bali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa hujan dengan kategori sangat lebat terjadi di berbagai wilayah, termasuk Nusa Penida, dalam beberapa hari terakhir. Intensitas hujan tinggi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor di sejumlah daerah.
Wilayah Nusa Penida sendiri dikenal memiliki kontur geografis berbukit dan banyak tebing batu kapur. Kondisi ini membuat daerah tersebut cukup rentan terhadap longsor, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi. Ketika tanah menyerap air secara berlebihan, daya ikat tanah melemah dan mudah mengalami pergeseran.
Longsor Juga Sempat Menimbulkan Kekhawatiran Warga Sekitar
Selain merusak bangunan pura, Longsor Juga Sempat Menimbulkan Kekhawatiran Warga Sekitar karena lokasi pura berada tidak jauh dari permukiman. Aparat setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat lereng atau tebing curam.
Sebagai langkah awal penanganan, warga melakukan pembersihan material longsoran secara gotong royong. Sementara itu, pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi tanah guna mencegah risiko longsor lanjutan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Pura sanggah memiliki nilai spiritual penting bagi masyarakat Bali karena menjadi tempat persembahyangan keluarga. Kerusakan pada bagian pura tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga menyentuh aspek budaya dan keagamaan masyarakat setempat. Oleh karena itu, perbaikan pagar pura direncanakan dilakukan secara bertahap setelah kondisi cuaca dinilai lebih stabil.
Pemerintah Daerah Bersama BPBD Juga Terus Mengingatkan Masyarakat Agar Memperhatikan Kondisi Lingkungan
Pemerintah Daerah Bersama BPBD Juga Terus Mengingatkan Masyarakat Agar Memperhatikan Kondisi Lingkungan sekitar selama periode cuaca ekstrem berlangsung. Warga diminta menghindari aktivitas di area rawan longsor serta segera melapor apabila menemukan retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan lereng.
Secara umum, rangkaian bencana akibat cuaca ekstrem di Bali menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap perubahan cuaca yang semakin tidak menentu. Meski peristiwa longsor di Nusa Penida kali ini tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa risiko bencana dapat terjadi kapan saja, terutama di wilayah dengan kondisi geografis rentan.
Dengan koordinasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, di harapkan proses pemulihan dapat berjalan cepat serta risiko bencana lanjutan dapat di minimalkan. Kewaspadaan bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.