Patrick Kluivert

Patrick Kluivert Blak-Blakan, Masih Ingin Tangani Timnas Indonesia

Patrick Kluivert Secara Terbuka Mengungkapkan Bahwa Ia Belum Bisa Melupakan Pengalaman Mengarsiteki Skuad Garuda. Dan masih ingin terus menangani tim nasional Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat berbincang dengan media Belanda dalam sebuah acara di Amsterdam, beberapa bulan setelah kontraknya berakhir.

Patrick Kluivert merupakan legenda sepak bola Belanda yang di kenal sebagai pensiunan penyerang Timnas Belanda dan klub-klub besar Eropa seperti Barcelona. Ia sempat di tunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh federasi sepak bola Indonesia (PSSI) pada awal 2025. Dengan kontrak yang di rancang untuk membawa Indonesia melaju jauh di babak kualifikasi FIFA World Cup 2026 Patrick Kluivert.

Pengalaman Berkesan Patrick Kluivert di Indonesia

Dalam wawancara tersebut, Kluivert menggambarkan pengalamannya menangani Timnas Indonesia sebagai sesuatu yang sangat berkesan. Ia menyatakan bahwa dirinya terkesan dengan antusiasme dan kegilaan publik Indonesia terhadap sepak bola. Menurut Kluivert, dukungan jutaan pendukung menjadi salah satu pengalaman paling kuat selama karier kepelatihannya.

“Itu benar-benar luar biasa, saya belum pernah bekerja dengan euforia seperti itu sebelumnya,” ujarnya, mengenang atmosfer penuh semangat di stadion dan sepak bola Indonesia.

Kluivert mengatakan bahwa antusiasme itu bukan sekadar ramai di tribun. Ia merasa bahwa sekitar 300 juta penduduk Indonesia sangat mencintai sepak bola. Sehingga memberi motivasi besar baginya sebagai pelatih untuk terus mengembangkan sepak bola Indonesia.

Target yang Belum Terpenuhi

Saat di Indonesia, Kluivert pernah menyatakan ambisinya untuk mengantar Indonesia ke Piala Dunia pertama sejak kemerdekaan. Sesuatu yang belum pernah di capai tim nasional tersebut dalam sejarah modern. Indonesia hanya pernah tampil sekali di Piala Dunia pada tahun 1938 ketika masih berada di bawah pemerintahan kolonial.

Namun, ambisi itu akhirnya belum tercapai. Di bawah asuhan Kluivert, Indonesia sukses menembus putaran kualifikasi keempat zona Asia dan sempat memberikan penampilan positif. Termasuk kemenangan bersejarah 1-0 atas China di babak ketiga yang jadi kemenangan pertama atas negara itu dalam puluhan tahun.

Sayangnya, di putaran keempat kualifikasi, Indonesia kalah dalam laga-laga krusial melawan lawan kuat seperti Arab Saudi dan Irak. Sehingga gagal memetik tiket ke Piala Dunia 2026. Keputusan PSSI dan staf pelatih pun berakhir dengan pemutusan kerja sama secara bersama pada Oktober 2025.

Tetap Menyimpan Rasa Cinta untuk Indonesia

Meski hubungan profesional itu telah usai, Kluivert menegaskan bahwa ia masih menyimpan rasa cinta yang hangat terhadap Indonesia. Ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali suatu hari nanti jika situasi dan waktu memungkinkan. Hal ini menunjukkan kedekatannya dengan sepak bola Indonesia tidak berhenti hanya karena kontraknya berakhir.

“Tapi sebenarnya saya sangat ingin melanjutkan pekerjaan itu sayangnya itu tidak mungkin saat ini,” ujarnya. Merujuk pada keputusan PSSI untuk mengakhiri kontraknya. Kendati demikian, Kluivert tetap menghargai pengalaman dan semua yang telah ia alami selama berada di Indonesia.

Hal itu juga di sertai pengakuan dari media Indonesia bahwa Kluivert hingga kini belum sepenuhnya bisa melupakan pengalaman di Indonesia, menegaskan bahwa perjalanan singkatnya bersama Garuda tetap meninggalkan bekas emosional yang mendalam.

Apa Artinya Bagi Sepak Bola Indonesia?

Pernyataan Patrick Kluivert ini mengundang spekulasi tentang apakah pada masa depan ia mungkin kembali terlibat dengan sepak bola Indonesia baik sebagai pelatih atau dalam peran lain. Meskipun kursi pelatih Timnas kini telah diisi pelatih baru pada 2026, pernyataan Kluivert mencerminkan betapa besar dampak emosional sepak bola Indonesia terhadap pelatih internasional sekaliber dirinya.

Pengakuan ini juga bisa menjadi refleksi bahwa meskipun target besar seperti lolos Piala Dunia tidak terpenuhi, pengalaman dan hubungan yang di bangun sepanjang proses itu tetap memiliki nilai penting dalam kancah sepak bola Indonesia.