
Cesc Fàbregas Soal Hasil Imbang Como vs AC Milan
Cesc Fàbregas Mengatakan Sudah Bermain Terbaik Pada Pertandingan Lanjutan Serie A Antara AC Milan Dan Como 1907. Yang di gelar pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB di Stadion San Siro berakhir imbang 1–1 setelah kedua tim saling melepaskan serangan sepanjang 90 menit. Hasil ini tentu menjadi sorotan tersendiri bagi publik sepak bola Italia. Karena menghadirkan duel antara klub besar Milan dan tim yang tampil mengejutkan di bawah arahan Cesc Fàbregas musim ini.
Sebagai manajer Como, Cesc Fàbregas keluar sebagai figur utama dalam sesi jumpa pers setelah laga. Menyampaikan pandangannya mengenai performa timnya, keputusan taktis yang di ambil, serta insiden kecil yang sempat memanas selama pertandingan.
Performa Tim Cesc Fàbregas yang Membanggakan
Fàbregas mengaku cukup puas dengan hasil satu poin yang diraih timnya di San Siro, terutama apabila dilihat dari cara Como menunjukkan sepak bola yang berani melawan tim sekelas Milan. Ia menilai timnya lebih baik secara keseluruhan daripada lawannya pada pertandingan tersebut.
“Saya bahkan tidak menyadari ini adalah poin pertama kami di San Siro, tetapi saya puas. Hari ini kami melakukan segalanya lebih baik dari Milan,” ujar Fabregas kepada media setelah laga.
Pendapat ini menunjukkan keyakinan sang pelatih bahwa performa Como sejauh ini sudah mencapai level bermain yang kompetitif bukan sekadar bertahan, tetapi juga mampu menekan dan mengancam dominasi lawan di momen-momen penting pertandingan.
Taktik dan Penguasaan Bola
Dalam laporannya, Fabregas juga berbicara tentang keputusan formasi yang diterapkan melawan Milan – memilih taktik tiga bek dan penggunaan pemain dengan peran menyerang seperti “False 9” untuk memberi tekanan kepada pertahanan lawan. Pendekatan pragmatis ini, menurutnya, memberi ruang lebih besar bagi timnya untuk mengontrol alur permainan dan memaksa AC Milan bereaksi.
“Ini bukan sekadar tentang bentuk pemain di atas kertas,” lanjut Fàbregas. “Taktik tergantung pada lawan dan bagaimana kita dapat mengadaptasi diri untuk memberi mereka kesulitan.”
Bukan hanya hasil, sang pelatih juga memberikan pujian bagi beberapa penggawa Como yang tampil menonjol, antara lain Nico Paz sebagai False 9 dan Sergi Roberto yang disebutnya tampil impresif di lini tengah.
Insiden di Pinggir Lapangan
Terlepas dari penilaian positif atas performa timnya, pertandingan sempat memanas setelah terjadi insiden kecil di pinggir lapangan antara Fabregas dan pelatih Massimiliano Allegri dari AC Milan. Situasi ini berawal dari sebuah kontak ringan saat pertandingan berlangsung, yang kemudian memicu reaksi dari staf dan sang pelatih lawan.
Fàbregas kemudian mengakui bahwa ia sempat kehilangan sedikit kendali emosinya, tetapi tetap menegaskan tidak ada niat buruk dalam insiden tersebut. Ia juga terlebih dahulu meminta maaf atas reaksi yang mungkin di nilai kurang sportif sambil menyoroti bahwa emosi dalam pertandingan adakalanya memuncak.
Bongkar Fokus pada Hasil, Lebih pada Identitas Permainan
Salah satu pesan kuat yang di sampaikan oleh Cesc Fàbregas pascapertandingan adalah fokusnya pada identitas permainan tim bukan hanya sekedar hasil akhir. Ia menegaskan bahwa Como tidak datang ke San Siro untuk bertahan semata. Tetapi untuk bermain dengan karakter dan keyakinan, menciptakan peluang, serta bermain sepak bola yang atraktif.
“Saya bangga. Tidak semua tim akan tampil di San Siro seperti ini. Tapi Anda harus tahu, ketika bermain di level tertinggi, kesalahan sekecil apa pun bisa di manfaatkan lawan,” tambahnya.
Implikasi Hasil bagi Kedua Tim
Hasil seri ini memiliki dampak penting bagi perjalanan kedua klub di Serie A musim 2025/26. Bagi AC Milan, satu poin ini menghambat upayanya memangkas jarak dengan pemuncak klasemen inter sementara klub terus berebut posisi atas. Sementara itu, Marco “Como” di bawah arahan Fabregas. Menunjukkan konsistensi yang bisa membawa mereka bersaing di papan tengah bahkan mengejar peluang kompetisi Eropa jika momentum terus di jaga.