Wayan Suyasa Loncat dari Golkar, Langsung Nakhodai PSI Bali

Wayan Suyasa Membuat Peta politik Bali Kembali Bergerak, Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Badung Resmi Bergabung Dengan Partai PSI

Wayan Suyasa Membuat Peta politik Bali Kembali Bergerak, Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Badung Resmi Bergabung Dengan Partai PSI. Menariknya, meski terhitung sebagai kader baru. Wayan Suyasa langsung di percaya menduduki jabatan strategis sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Bali.

Kabar tersebut di konfirmasi oleh kader PSI Bali, Grace Anastasia Surya Widjaja. Yang menyebut penunjukan Wayan Suyasa sebagai pimpinan PSI Bali merupakan hal yang wajar dalam di namika internal partai. Ia menilai PSI selama ini memang terbuka dengan tokoh baru yang di nilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan pengalaman politik.

Grace bahkan menyinggung contoh di tingkat nasional, ketika Kaesang Pangarep juga di percaya menjadi ketua umum PSI tak lama setelah bergabung. Menurutnya, partai tidak membatasi peluang berdasarkan lamanya seseorang menjadi kader. Tetapi lebih pada kompetensi serta kebutuhan organisasi.

Perpindahan Politik Wayan Suyasa Yang Jadi Sorotan

Keputusan Wayan Suyasa “loncat partai” ini langsung mencuri perhatian publik dan pengamat politik lokal. Selama ini, Suyasa di kenal sebagai figur penting Golkar di Badung. Dan di sebut ikut membawa peningkatan performa partai, termasuk pada periode Pemilu Legislatif sebelumnya. Perpindahan Politik Wayan Suyasa Yang Jadi Sorotan.

Dengan berpindah ke PSI, banyak pihak menilai langkah ini dapat memberi efek domino terhadap pergerakan politik di Bali. Terutama menjelang konsolidasi partai-partai untuk agenda politik berikutnya.

Tak hanya itu, hadirnya tokoh besar seperti Suyasa juga dinilai bisa memperkuat PSI di Bali. Yang selama ini masih berproses membangun basis politik lebih luas.

PSI Bali Akan Di lantik dalam Waktu Dekat

Dalam laporan media lokal, Wayan Suyasa di sebut akan segera di lantik sebagai ketua DPW PSI Bali. Dalam acara yang rencananya di gelar di kawasan Kuta Utara, Badung, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Lokasi acara di sebut berlangsung di salah satu hotel besar di Bali.

Sementara itu, informasi lain juga menyebut kepengurusan DPW PSI Bali sudah masuk dalam data pembaruan partai politik, termasuk susunan pengurus inti yang turut diisi oleh sejumlah tokoh berlatar belakang Golkar.

Masuk PSI, Suyasa Di Harapkan Dongkrak Elektabilitas

Penunjukan Suyasa sebagai Ketua DPW PSI Bali di nilai bukan sekadar simbol. PSI di sebut ingin mempercepat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan politik, sekaligus membangun struktur yang lebih kuat hingga tingkat daerah. Masuk PSI, Suyasa Di Harapkan Dongkrak Elektabilitas.

Sejumlah pengamat menilai, tokoh seperti Suyasa membawa pengalaman dalam membangun basis massa, mengelola struktur partai, hingga strategi pemenangan pemilu—hal yang selama ini di butuhkan PSI untuk memperbesar pengaruh, khususnya di daerah yang kompetisi politiknya ketat seperti Bali.

PSI juga di nilai mulai mengubah pola rekrutmen politik, dengan menggabungkan kekuatan kader muda dan tokoh senior yang berpengalaman untuk memperkuat posisi partai di berbagai wilayah.

Dinamika Golkar Badung dan Jejak Politik Suyasa

Sebelumnya, Wayan Suyasa tercatat pernah memilih mundur dari pencalonan Ketua DPD Golkar Badung untuk periode berikutnya pada Musda XI, dengan alasan menjaga soliditas organisasi dan merespons aspirasi internal partai.

Kini, kepindahannya ke PSI menjadi babak baru dalam perjalanan politiknya. Di sisi lain, di namika ini juga menambah catatan pergeseran politik di Bali, khususnya dari tokoh-tokoh senior yang mulai mengambil langkah baru di luar partai lamanya.

Dengan jabatan Ketua DPW PSI Bali, publik kini menanti arah baru PSI di Pulau Dewata serta strategi yang akan di bangun Wayan Suyasa untuk memperkuat posisi partai berlambang gajah tersebut di panggung politik Bali.