Pemkot Bandung

Pemkot Bandung Gencarkan Penurunan Kabel Ke Bawah Tanah

Pemkot Bandung Terus Mengintensifkan Program Penurunan Kabel Udara Ke Bawah Tanah Sebagai Bagian Dari Upaya Penataan Infrastruktur. Kebijakan ini di arahkan untuk mengakhiri persoalan kabel semrawut yang selama bertahun-tahun menghiasi ruas jalan, sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di Kota Bandung. Program tersebut di fokuskan pada pemindahan kabel telekomunikasi, khususnya jaringan fiber optik, dari tiang-tiang udara ke sistem ducting bawah tanah. Pemkot Bandung menilai keberadaan kabel udara tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serta gangguan layanan akibat faktor cuaca dan usia infrastruktur.

Dalam implementasinya, Pemkot Bandung menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk badan usaha milik daerah dan operator telekomunikasi. Melalui skema kolaborasi ini, pemerintah menyiapkan infrastruktur pasif berupa jalur ducting yang dapat di gunakan bersama oleh para penyedia layanan, sehingga pemasangan jaringan menjadi lebih tertib dan terkoordinasi.

Sebagai tahap awal, penataan kabel udara di prioritaskan pada puluhan hingga ratusan ruas jalan strategis, terutama di kawasan pusat kota, jalan protokol, serta area publik dengan tingkat aktivitas tinggi. Proses pengerjaan di lakukan secara bertahap untuk menekan dampak terhadap lalu lintas dan aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi proyek Pemkot Bandung.

Pemkot Bandung menegaskan bahwa percepatan penurunan kabel udara bukan semata proyek estetika. Maka kemudian dari pada itu melainkan bagian dari strategi jangka panjang pembangunan kota. Infrastruktur bawah tanah di nilai lebih aman, mudah di pelihara, serta mendukung kebutuhan teknologi dan konektivitas di masa depan. Melalui program ini, Bandung di arahkan untuk menjadi kota yang lebih tertata, modern, dan berdaya saing. Maka kemudian dari pada itu sejalan dengan visi pengembangan kota berkelanjutan Pemkot Bandung.

Meningkatkan Estetika Kawasan Perkotaan

Program penurunan kabel udara ke bawah tanah yang di gencarkan oleh Pemerintah Kota Bandung memiliki tujuan utama untuk menata infrastruktur kota secara menyeluruh dan berkelanjutan. Selama bertahun-tahun, kabel listrik dan telekomunikasi yang menggantung di udara tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga menimbulkan berbagai risiko keselamatan. Melalui kebijakan ini, Pemkot Bandung ingin menghadirkan tata ruang kota yang lebih rapi, aman, dan sesuai dengan standar kota modern.

Salah satu tujuan penting dari program ini adalah Meningkatkan Estetika Kawasan Perkotaan. Kabel yang semrawut kerap merusak pemandangan jalan, kawasan wisata, hingga pusat pemerintahan. Dengan memindahkan jaringan utilitas ke bawah tanah, wajah kota menjadi lebih bersih dan tertata, sehingga mendukung citra Bandung sebagai kota kreatif dan tujuan wisata unggulan.

Dari sisi keamanan, manfaat program ini juga sangat signifikan. Kabel udara rentan terhadap cuaca ekstrem, angin kencang, serta potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran atau kecelakaan. Infrastruktur bawah tanah di nilai lebih stabil dan aman, sekaligus meminimalkan risiko kabel putus yang dapat mengganggu layanan publik dan aktivitas masyarakat.

Selain itu, penataan kabel ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi dan utilitas. Kabel yang tertata rapi dalam sistem ducting bawah tanah lebih mudah di pelihara dan di kelola. Hal ini memungkinkan perbaikan jaringan di lakukan secara lebih cepat dan terencana, tanpa harus mengganggu ruang publik secara berulang.

Manfaat jangka panjang lainnya adalah mendukung pengembangan smart city dan investasi. Infrastruktur kota yang modern dan tertib menjadi daya tarik bagi investor, pelaku usaha, serta pengembangan teknologi digital. Dengan jaringan utilitas yang terintegrasi, Bandung di nilai lebih siap menghadapi pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan teknologi di masa depan. Secara keseluruhan, program ini tidak sekadar memindahkan kabel dari udara ke bawah tanah, tetapi menjadi langkah strategis. Dalam menciptakan kota yang nyaman, aman, dan berdaya saing tinggi bagi warganya.

Pemkot Bandung Untuk Menata Ulang Infrastruktur Utilitas Perkotaan

Program Kota Tanpa Kabel Udara merupakan inisiatif strategis Pemkot Bandung Untuk Menata Ulang Infrastruktur Utilitas Perkotaan dengan memindahkan jaringan kabel dari udara ke bawah tanah. Program ini di fokuskan pada kabel telekomunikasi, terutama fiber optik, serta jaringan utilitas lainnya yang selama ini menggantung di tiang-tiang jalan dan menimbulkan kesan semrawut di ruang publik. Melalui kebijakan ini, Pemkot Bandung ingin menciptakan tata kota yang lebih rapi, modern, dan ramah bagi masyarakat.

Pelaksanaan program di lakukan melalui pembangunan sistem ducting atau infrastruktur pasif telekomunikasi (IPT) di bawah tanah. Sistem ini berfungsi sebagai jalur bersama bagi berbagai operator jaringan, sehingga menghindari pemasangan kabel yang berulang-ulang di ruang publik. Dengan konsep berbagi infrastruktur, pemerintah berharap penataan kabel dapat berjalan lebih efisien dan terkoordinasi.

Dalam tahap awal, Pemkot Bandung menetapkan 104 ruas jalan sebagai prioritas penataan kabel udara. Ruas-ruas tersebut mencakup kawasan pusat kota, jalan protokol, area perkantoran, hingga ruang publik strategis. Proses pengerjaan di lakukan secara bertahap untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga dan lalu lintas, sekaligus memastikan kualitas pembangunan infrastruktur bawah tanah tetap terjaga.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, badan usaha milik daerah, serta operator telekomunikasi. Pemkot Bandung bekerja sama dengan PT Bandung Infra Investama (BII) sebagai pengelola infrastruktur ducting, sementara para penyedia layanan di wajibkan memigrasikan jaringan mereka ke jalur bawah tanah yang telah di siapkan. Kolaborasi ini menjadi kunci agar program dapat berjalan sesuai rencana dan berkelanjutan. Selain aspek teknis, Pemkot Bandung juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat. Warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi proyek di harapkan memahami bahwa proses penggalian dan penataan kabel bersifat sementara.

Seluruh Tahapan Program Sesuai Perencanaan Yang Telah Di Tetapkan

Program penurunan kabel udara ke bawah tanah yang tengah di gencarkan Pemerintah Kota Bandung di harapkan tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek. Melainkan menjadi fondasi pembangunan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan. Ke depan, harapan utama publik tertuju pada konsistensi kebijakan. Dan komitmen pemerintah daerah dalam menuntaskan Seluruh Tahapan Program Sesuai Perencanaan Yang Telah Di Tetapkan.

Salah satu harapan besar adalah kejelasan roadmap dan jadwal pengerjaan. Masyarakat menilai transparansi informasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik. Terutama di tengah dampak sementara seperti penggalian jalan dan penyesuaian lalu lintas. Dengan jadwal yang jelas dan komunikasi yang terbuka. Warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi proyek dapat melakukan penyesuaian aktivitas tanpa menimbulkan keresahan berkepanjangan.

Selain itu, kualitas pengerjaan infrastruktur bawah tanah juga menjadi sorotan penting. Publik berharap proses pembangunan ducting di lakukan dengan standar teknis yang tinggi. Dan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Seperti kerusakan jalan, saluran air tersumbat, atau kebocoran infrastruktur. Penataan ulang permukaan jalan pascapengerjaan pun di harapkan di lakukan secara menyeluruh agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Dari sisi tata kelola, keberlanjutan program sangat bergantung pada kepatuhan operator jaringan dalam memigrasikan kabel mereka ke sistem bawah tanah yang telah di sediakan Pemkot.